Kamis, 24 Mei 2012

efek asap obat nyamuk bakar setara dengan 100 batang rokok

Siapa sih yang tidak kenal nyamuk, makhluk kecil yang "beroperasi"nya dimalam hari untuk mencari mangsa. Mangsanya adalah manusia. Mereka bergerilya dimalam hari mendekati manusia dan menyedot darahnya. Memang menjengkelkan. Disaat kita akan tertidur lelap, sinyamuk justru "menikmati" tubuh kita. Sehingga istirahat yang diharapkan menjadi tidur yang nyenyak, justru berubah menjadi tidur-tidur ayam, karena harus menepuk nyamuk yang hinggap. Disamping itu, nyamuk juga membawa penyakit-penyakit yang tidak bisa dianggap enteng.
Banyak upaya yang dilakukan untuk "mengusir" nyamuk, ada yang secara alami, ada yang menggunakan obat berupa cairan, bakar, maupun elektrik.


Obat pengusir nyamuk yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah obat nyamuk bakar. Namun studi terbaru menemukan bahwa asap dari sekeping obat nyamuk bakar sama bahayanya dengan 100 batang rokok.

"Tidak banyak orang tahu tentang hal itu, tetapi kerusakan paru-paru yang disebabkan oleh satu kumparan obat nyamuk bakar setara dengan kerusakan yang disebabkan oleh 100 batang rokok. Ini menurut sebuah studi terbaru yang dilakukan di Malaysia," kata Sandeep Salvi, direktur Chest Research Foundation, seperti dilansirTimesofindia, Sabtu (17/9/2011).



Di dalam satu batang rokok terkandung lebih dari 4.000 bahan kimia racun (toksik) dan 43 senyawa penyebab kanker (karsinogenik). Asap rokok yang dihirup mengandung zat-zat berbahaya misalnya tar, karbon monoksida, hidrogen sianida, logam berat dan radikal bebas. Masing-masing zat tersebut merusak tubuh dengan cara yang berbeda.

Bahan-bahan kimia lain yang terdapat dalam asap rokok yang dapat merusak paru antara lain hidrokarbon, nitrit oksida, asam organik, fenol dan bahan-bahan oksidasi. Radikal bebas merupakan bahan kimia sangat reaktif yang dapat menyebabkan kerusakan otot jantung dan pembuluh darah.

Bau asap rokok yang susah hilang juga dikarenakan asap rokok terbuat dari rantai molekul yang panjang, sehingga butuh waktu yang lama atau sulit untuk dihilangkan terutama pada kain. Selain itu asap rokok yang dihasilkan umumnya mengandung banyak zat atau residu.

Sayangnya, masyarakat menengah ke bawah di Indonesia dan beberapa negara lainnya paling banyak menggunakan anti nyamuk bakar karena harganya yang terjangkau.

"Masyarakat menengah ke bawah paling banyak pakai anti nyamuk bakar karena harganya terjangkau. Tapi harus juga diperhatikan cara menggunakannya, jangan sampai malah mengganggu pernapasan," jelas Dr Rita Kusriastuti, MSc,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar